Minggu, 26 Mei 2019

Sering Disebut Lemot? Pake 8 Cara Ini Buat Ngebuangnya!

Bagaimana cara meningkatkan otak agar berpikir lebih cepat lagi dan nggak disebut lemot? Atau ingin menyetarakan kinerja otak ditengah gempuran persaingan rekan kerja dengan tugas-tugas kantor yang membutuhkan kreatifitas dan berpikir cepat?

Tenang, kalian nggak perlu khawatir untuk semua itu. Lakukan sederet langkah-langkah dibawah ini, dan bersiaplah untuk membuang jauh-jauh sebutan lemot di diri Anda.

1. Konsumsi Dosis EPA Secukupnya

EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.

2. Bermain Teka-teki

Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak Anda tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika Anda tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.

3. Perbanyak Olahraga Jalan Santai

Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu Anda menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran Anda tetap jernih.

4. Pelajari Bahasa Baru

Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan perdaran darah dan koneksi saraf yang baik.

5. Tertawa

Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan Anda tertawa setiap harinya.

6. Lebih Kreatif

Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun Anda yakin Anda payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.

7. Belajar Melempar Barang

Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.

8. Berhubungan Dengan Kenak-kanakan

Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan dan ia menggunakannya pada beberapa eksperimen yang akhirnya membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal sepanjang masa (E=MC2). Cobalah lihat anak-anak, mereka penuh dengan imajinasi, dan mereka belajar lebih banyak pada tahun-tahun awal kehidupan mereka lebih daripada apa yang kita pelajari selama satu dekade. Bebaskan pikiran Anda dari penjara pikiran “seorang dewasa”, Anda akan menemukan cara berpikir yang belum pernah ada sebelumnya, Anda mungkin akan membuat penemuan besar yang berikutnya.

Udah saatnya sekarang ucapkan selamat tinggal lemot…

Kamis, 21 Maret 2019

Pengertian, Teknik, dan Pameran Seni Grafis

Seni Grafis


Memang ada banyak sekali ragam seni rupa murni, salah satunya yang paling dikenal adalah seni grafis. Seni yang satu ini berhubungan dengan dunia gambar menggambar.

Pengertian Seni Grafis


Secara akar katanya, grafis adalah kata yang diambil dari bahasa Inggris yaitu graphic. Arti graphic  ini sendiri adalah membuat sebuah tulisan, gambar ataupun lukisan dengan goresan atau torehan. Sedangkan seni adalah hasil karya yang memiliki nilai estetika keindahan. Jadi, secara bahasa seni grafis adalah hasil karya manusia berupa lukisan gambar.

Sedangkan secara umum, seni grafis ini merupakan seni rupa dua dimensi yang dibuat dengan teknik cetak di atas sebuah media. Dari pengertian ini bisa mengetahui jika sebuah seni grafis hanya sebuah gambar dua dimensi yang untuk dinikmati estetikanya. Seni yang satu ini bertujuan memperindah sebuah media.

Jenis Teknik Cetak Seni Grafis

Seni Grafis

Ada 5 jenis teknik cetak seni grafis yang perlu anda ketahui. Kelima teknik itu adalah cetak saring, cetak datar, cetak tinggi, cetak dalam dan cetak foto. Di bawah ini akan dijelaskan jenis-jenis teknik cetak tersebut secara jelas :

1. Teknik Cetak Saring (Silkscreen)

Teknik cetak yang satu ini lebih akrab di telinga dengan nama teknik cetak sablon. Pada teknik ini, anda membutuhkan cetakan yang terbuat dari kasa (screen). Kasa ini bersifat elastis, lentur dan juga halus. Jenis cetakan seni grafis ini cukup sering anda temui.

Beberapa seniman terkenal juga sering menggunakan teknik yang satu ini. Beberapa seniman tersebut antara lain, Robert Indiana, Edward Rusca, Chuck Close dan Joseft Albert. Teknik ini terbilang cukup banyak peminatnya. Hal ini dikarenakan caranya yang cukup mudah.

2. Teknik Cetak Datar (Lithography)

Lithography adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani, Lithos artinya batu dan graphien artinya menulis. Jadi lithographyadalah seni cetak yang menggunakan media batu. Dalam hal ini yang digunakan adalah jenis batu khusus yaitu batu kapur. 

Batu kapur yang digunakan dalam teknik cetak ini adalah batu kapur yang berbentuk lempengan. Sehingga batu tersebut tampak seperti kertas tebal berwarna cokelat. Seniman menggunakan batu kapur karena jenis batu ini bisa menghisap tinta.

Seniman yang menggunakan teknik ini harus melukis di atas lempengan batu kapur tersebut. Lempengan ini berbentuk seperti lembaran. Hasil dari lukisan cetakan dengan teknik ini terlihat sangat klasik. Beberapa seniman dunia yang menggunakan teknik ini adalah Pablo Picasso, Emil Nolde dan Joan Miro.

3. Teknik Cetak Tinggi (Woodcut)

Teknik yang satu ini lebih dikenal dengan nama teknik cetak timbul. Dikatakan teknik cetak timbul karena memang hasil karya seni grafis ini terlihat timbul dari medianya. Selain teknik timbul, teknik cetak yang satu ini juga dikenal dengan teknik cungkil. Teknik ini dikatakan teknik cungkil karena memang pembuatannya dengan cara dicungkil.

Media yang digunakan dalam teknik ini juga ada banyak. Media-media tersebut antara lain, metal, triplek, hardboard, papan kayu dan karet. Teknik cetak tinggi yang paling populer adalah teknik cetak yang pernah dibuat oleh orang mesir pada abad ke 14.

Penemu teknik cetak ini adalah Johanes Gutenberg. Ada banyak seniman kelas dunia yang terkenal dengan teknik ini. Seniman-seniman tersebut yaitu Kaboel Suadi, Ando Hirosigge dan H.Holbein.

4. Teknik Cetak Dalam (Intaglio)

Teknik cetak dalam atau yang lebih dikenal dengan intaglio adalah teknik menggores media dengan menggunakan benda tumpul. Pada umumnya media yang digunakan pada teknik ini adalah logam. Sehingga tentunya hasil goresan ini sendiri akan bersifat permanen atau sulit untuk dihilangkan.

Ada 4 jenis teknik cetak dalam yang perlu anda ketahui. Keempat teknik cetak dalam tersebut adalah engraving, etsa, mezzotint dan dry point. Untuk lebih lengkapnya berikut ini penjelasan dari keempat teknik tersebut:

  • Engraving. Pada teknik ini, seniman harus menggunakan alat yang disebut dengan burin. Alat ini berguna untuk mengukir logam. Permukaan logam akan diberi cat, setelah itu, seniman harus mengukir logam tersebut menggunakan burin. Setelah itu permukaan logam akan dibersihkan dari cat dan yang tersisa hanya tinggal cat pada bagian logam yang diukir.
  • Etsa. Teknik ini menggunakan bantuan asam nitrat (HNO3). Cairan asam ini akan ditorehkan ke atas lempengan tembaga. Penggunaan teknik ini seperti mengukir menggunakan zat cair. Hanya saja dalam hal ini yang diukir adalah lempengan tembaga. Pada zaman dahulu teknik ini digunakan untuk mengukir baju perang.
  • Mezzotint. Mezzotint adalah teknik mengerok halus permukaan logam. Teknik ini menggunakan efek gelap terang yang dominan.
  • Drypoint. Teknik drypoint merupakan teknik yang menggunakan benda runcing untuk mengukir media. Benda runcing akan menekan permukaan media sehingga membentuk lukisan.

5.  Teknik Cetak Foto

Teknik seni grafis yang satu ini adalah teknik cetak yang paling sering kita temui. Dalam teknik ini anda bisa menggunakan kamera. Setelah itu gambar pada kamera bisa dicetak menggunakan alat print. Teknik ini juga sering disebut teknik fotografi.

Pameran Seni Grafis


Adalah sebuah pameran dan rekam jejak dalam rentang waktu 17 tahun berkomunitas dan kerja bersama dalam studio Grafis Minggiran, baik dari sisi teknik maupun wacana. Pameran ini bertujuan untuk menampilkan karya-karya terkini dengan beragam capaian dari setiap member Studio Grafis Minggiran yang beranggotakan Alfin Agnuba, Deni Rahman, Rully Putra Adi, Danang Hadi P., Lulus Boli, A. Nawangseto, Arya Jalu, Maryanto, Aziz Mugni, Theresia Agustina S., ditambah artist in residency. 

Sumber:
https://www.romadecade.org/seni-grafis/#!
www.bentarabudaya.com/detail-acara/pameran-seni-grafis

Minggu, 10 Februari 2019

Aliran Realisme

Seni Lukis Aliran Realisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan lukisan sebagaimana aslinya tanpa ada hal-hal yang ditambahi. Hal ini dapat dikatakan sebagai seni yang menampilkan kejujuran dengan memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan yang yang menurut sang pelukis tidak baik.

Ciri – Ciri Seni Lukis Aliran Realisme
Beberapa ciri yang dimiliki oleh seni lukis aliran Realisme antara lain :
Kebanyakan menampilkan tentang kehidupan sehari – hari
Lukisan apa adanya
Lukisan juga terlihat menyatu antara objek yang satu dengan objek yang lain.


Nama karya: The Stone Breakers
Pelukis: Gustave Courbet
Tahun: 1849

Deskripsi:
The Stone Breakers (bahasa Prancis: Les Casseurs de pierres) adalah sebuah lukisan tahun 1849 oleh seniman French Gustave Courbet. Itu adalah karya realisme sosial, menggambarkan dua petani, seorang pria muda dan seorang pria tua, memecahkan batu.

Lukisan itu pertama kali dipamerkan di Paris Salon pada tahun 1850. Lukisan itu dihancurkan selama Perang Dunia II, bersama dengan 154 gambar lainnya, ketika sebuah kendaraan pengangkut yang memindahkan gambar-gambar itu ke kastil Königstein, dekat Dresden, dibom oleh pasukan Sekutu pada Februari 1945.

ALIRAN KARYA SENI RUPA

MACAM MACAM ALIRAN SENI RUPA

         seni rupa telah berkembang sejak lama ya guys dari tahun ke tahun dan telah melahirkan beragam aliran yang memiliki kekhasannya masing-masing.  Ada aliran naturalisme, realisme, romantisme, impresionisme, dan lain sebagainya.

1. Aliran seni rupa NATURALISME

naturalisme adalah karya seni rupa yang teknik pelukisannya berpedoman pada peniruan alam untuk menghasilkan karya seni.

Ciri - ciri :    

1. Kebanyakan bertemakan tentang alam

2. Memiliki teknik gradasi warna

3. Memiliki susunan perbandingan. perspektif,tekstur,

    perwarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin 

Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa naturalisme adalah Wakidi Basuki Abdullah, Gambir Anom, dan Abdullah Sudrio Subroto.

Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa aliran naturalisme adalah Theodore Rousseu, Franss Hall, William Bliss Baker, dan William Hogart.

2. Aliran seni rupa REALISME

Realisme merupakan aliran seni rupa yang menggambarkan objek dengan keadaan yang benar-benar nyata dan tidak berfokus pada objek.

Ciri - ciri aliran seni lukis Realisme :
1. Kebanyakan menampilkan tentang  kehidupan sehari – hari

2. Lukisan apa adanya.

3. Lukisan juga terlihat menyatu antara objek satu dengan objek lainnya.

Tokoh - tokoh aliran seni lukis Realisme :Gustove Corbert, Fransisco de Goya,Honore Umier Tokoh-tokoh aliran realism di indonesia: Raden Saleh, Rustamaji, S. Soedjojono, Dullah., Dede Erisupria.

3. Aliran seni rupa ROMANTISME

Romantisme merupakan aliran seni rupa yang lebih memperlihatkan nilai-nilai estetika, fantastis, irasional, dan absurd.Pada umumnya menggambarkan kisah-kisah yang romantis atau dramatis.

Ciri - ciri :

1. Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.

2. Penuh gerak dan dinamis.

3. Warna bersifat kontras dan meriah.

4. Pengaturan komposisi dinamis.

5. Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.

6. Kedahsyatan melebihi kenyataan

Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa romantisme adalah Raden Saleh.

Tokoh Luar Negeri aliran seni rupa romantisme adalah Ferdinand Victor,Victor Marie Hugo,Eugene Delacroix,Theoborre dan Gerriwult.

4. Aliran seni rupa EKSPRESIONISME 

                                 

Ekspresionisme adalah suatu aliran yang memberikan kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun menyatakan sensasi dari dalam.

Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa ekspresionisme: AffandiPopo IskandarSrihadi Soedarsono.

Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa ekspresionisme:Vincent Van Gogh, Paul GaugiuinErnest Ludwig, Karl SchmidtEmile Nolde, JJ. Kandinsky

Ciri - ciri : 

1. Lebih banyak mengungkapkan jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia     

   seseorang

2. Ungkapan isi hati seseorang.

3. Imajinasi seseorang

4. Pemilihan Warna diutamakan

5. Aliran seni rupa IMPRESIONISME

Impresionisme adalah seni yang berusaha menampilkan kesan yang ditangkap objek. 

Ciri - ciri :

1. Goresan kuas pendek dan tebal dengan gayamirip sketsa

2. Warna didapat dengan sesedikit mungkin Pencampuranpigmen cat yang digunakan

3. Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya.

4. Pengolahan sifat transparansi cat dihindari.

5. Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian diterapkan di dalam lukisan.

6. Dikerjakan di luar ruangan (en plein air).

Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa impresionisme adalah Solichin, Kusnadi, Zaini dan Affandi.

Tokoh Luar Negeri aliran seni rupa impresionisme adalah Claude Monet, Casmile Pissaro, Vincent Van Gogh, Aguste Renoir,Mary Cassat,dan Edward Degas.

6. Aliran seni rupa KUBISME

Kubisme adalah aliran yang memiliki bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-kotak.

Ciri - ciri :

1. Memiliki bentuk geometris

2. Memiliki perpaduan warna yang sangat perspektif.

Toko Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa kubisme adalah Fajar Sidik, Srihadi Sudarsono.

Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa kubisme adalah Pablo Ruiz Picasso, Albert Glazes, Gezanne, Barque, Metzinger, Fernand Leger, Salvador Felip Jacint Dali Domenech, Robert Delaunay

7.Aliran seni rupa FAUVISME

Fauvisme adalah aliran            yang memberikan kebebasan berekspresi,sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya.

Ciri - ciri :

1. Seni lukisannya ialah warna-warna yangliar dan kontras.

2. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna aslinya

3. Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat.

Tokoh aliran fauvisme : Henry Matisse, Rauol Dufi, Andre Dirrain, Maurice de Vlamink Paul, Paul Gauguin, Gustave Moreau, Kess Van Dongen.

8.Aliran seni rupa DADAISME

Dadaisme merupakan aliran seni rupa yang justru dianggap anti seni dan anti perasaan karena aliran seni rupa ini lebih menggambarkan refleksi kekerasan dan kekasaran.

Ciri - ciri :

1.Seni yang tidak mau ilusi atau ketiadaan ilusi.

2. Dominasi warna hitam, merah putih hijau dengan pewarnaan primer, tajam dan kontras.

Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa dadaisme adalah Hendra Gunawan.

Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran dadaisme adalah Juan Gross, Guillaume Apollinaire, Marcel Duchamp, Max Ernst, Hans Arp, dan Picabia.

9. Aliran seni rupa FUTURISME

Futurisme merupakan aliran seni rupa yang sangat menekankan keindahan gerak, garis, visual,dan warna sebagai aliran seni rupa anti kubisme yang dikatakan statis.

Ciri - ciri :

1.Karya seni menangkap unsur gerak dan kecepatan

2.Memanfaatkan prinsip aneka tampak

3.Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain

4.Memperhatikan tentang kedinamisan , kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu.

Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa futurisme :Boccioni, Carlo Cara, Severini, Umberto, Ruigi Russalo, Gioccomo Ballad                                

10.Aliran seni rupa SUREALISME

Surealisme merupakan aliran seni rupa yang ditujukan untuk menggambarkan objek yang sering dijumpai dalam mimpi atau imajinasi alam bawah sadar.

Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran Surealisme : Gusti Putu Saderi , Abdul Rahman.

Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran surealisme : Andre Masson ,Salvador Dali

Ciri - ciri aliran seni lukis surealisme :

1. Penuh dengan khayalan dan fantasi.

2. Lukisan aneh dan asing.

11.Aliran seni rupa KONTEMPORER

Kontemporer merupakan aliran seni rupa yang tidak terikat oleh pakem dan berkembang sesuai perkembangan zaman.

Ciri-ciri :

1.Penggambaran objek berupa refleksi situasi situasi dan waktu yang tematik.

2.Objek yang digambarkan adalah objek yang dinamis, ekspresif, dinamis, dan mencolok.

Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa kontemporer : Jim Nyoman Nuarta, Supankat, Sprinka, Angelina P.

Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa kontemporer : Frank Auerbach, Richard Artschwager, ida Applebroog

12.Aliran seni rupa KONSTRUKTIVISME

Konstruktivisme merupakan aliran seni rupa yang sangat menekankan pada penggambaran seni sebuah bangunan.

Ciri - ciri aliran seni lukis Konstruktivisme :
1.Objek utama yang dilukis adalah bangunan dan latar yang berada di sekitar bangunan dari satu sudut lukis.

2.Objek bisa berupa banguan kuno, klasik, modern atau bangunan apa pun.

Tokoh-tokoh Aliran Seni Lukis Konstruktivisme: Jim Nyoman Nuarta, Laszlo Moholy-Nagy, Liubov Popova, Naum Gabo, Sprinka, Victor Pasmore

13. Aliran seni rupa POPULAR ART/POP ART

Pop Art merupakan aliran seni lukis yang melawan kebosanan dan kejenuhan terhadap seni lukis tanpa objek (sasaran).

Ciri - ciri aliran seni lukis Pop Art    :

1.Karya seni lukis pop art sebagian besar berupa seni lukis karikatur yang memuat sindiran, kritik atau humor.

2.Objek biasanya berupa manusia yang digambarkan dalam perspektif/cara pandang lain.

Tokoh - tokoh aliran seni lukis Pop Art / Populer Art : Ris Purnomo, Nyoman Nuarta, George Segal, Tom Wasselman, Yoseph Benys

14. Aliran seni rupa ABSTRAKSIONISME

Abstraksionisme merupakan aliran seni lukis yang menggunakan bentuk dan warna dalam cara non-representasional.

Ciri - ciri aliran seni lukis Abstraksionisme :

1. Aliran ini menampilkan unsur-unsur seni lukis yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam.

2. Bentuk, Garis, dan Warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.

Tokoh - tokoh aliran seni lukis Abstraksionisme : Clyfford Stll, Adolf Got Lieb, Mark Rothko, Robert Montherwell, Bornet Newman

15. Aliran seni rupa KLASIKISME

Klasikisme adalah aliran seni lukis yang menampilkan gambar secara klasik, serta mempunyai karakter dan ciri tersendiri.

Ciri - ciri aliran seni lukis Klasikisme :

1. Berisi cerita lingkungan istana.

2. Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.

3. Objek yang dilukis dalam wujud hiperbolis.

4. Menggunakan batasan-batasan warna yang bersih dan statis.

5. Raut muka tenang dan berkesan agung.

6. Bentuk selalu seimbang dan harmonis

Tokoh - tokoh aliran seni lukis Klasikisme : Bartholome Vignon, Jaques Lovis David, Jan Ingles

16. Aliran seni rupa POINTILISME

Pointilisme merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek menggunakan titik-titik.

Ciri - ciri aliran seni lukis Pointilisme  :                                                                   

1. Objek yang dilukis akan terlihat jelas dari kejauhan, dan agak baur jika dinikmati dari dekat.       

2. Titik yang digunakan terdiri dari berbagai macam variasi, baik besar-kecil, tebal-tipis, maupun berwarna hitam putih.

Tokoh - tokoh aliran seni lukis Pointilisme : Rijaman, Keo Budi Harijanto, Seurat’s La Parade, Vincent van Gogh.

17. Aliran seni rupa PRIMITIF

Primitif merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek berdasarkan gaya penggambaran primitif di dinding goa-goa.

Tokoh - tokoh aliran seni lukis Primitif : S. Sudjojono, Ricardo Ponce.

Ciri - ciri aliran seni lukis Primitif :

1. Objek yang dilukis berupa tumbuhan, hewan dan manusia dalam bentuk garis sederhana.

2. Detail objek tidak ditonjolkan, hanya pada penggambaran minimalis berupa garis dan aksen sederhana.

18.Aliran seni rupa OPTIK

Optik merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek manipulasi visual yang dapat menipu mata.

Ciri - ciri aliran seni lukis Optik :

1.Objek yang dilukis hanya berupa bidang, garis, atau objek yang berwarna hitam putih.

2.Gambar berupa bentuk sederhana dan tidak memiliki detail yang rumit.

Tokoh - tokoh aliran seni lukis Optik : Agus Djaja, Bridget Louise Riley, Walter Gropius.

19.Aliran seni rupa PITTURA METAFISICA

Pittura metafisica merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek dengan sentuhan metafisika.                                                    

Ciri - ciri aliran seni lukis Pittura Metafisica :

1. Objek yang dilukis biasanya berbentuk boneka yang erat dengan hal yang bersifat metafisika.

2. Objek biasanya berupa manusia yang sedang melakukan aktivitas dengan bendadan latar di belakangnya.                                                                                                                                  

Tokoh - tokoh aliran seni lukis Pittura Metafisica : Giorgio de Chirico, Carlo Carra.

20.Aliran seni rupa GOTIK

Gotik merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek dengan garis tebal dan bentuk ramping serta menegaskan sesuatu berdasarkan warna.        

Ciri - ciri aliran seni lukis Gotik :

1.Objek yang dilukis biasanya adalah tokoh suci, kesatria, raja dan ratu.

2.Lukisan gaya seperti ini banyak terdapat di kerajaan-kerajaan, rumah ibadah dan juga kastil atau bangunan klasik.

Tokoh - tokoh aliran seni lukis Gotik : Albert Durer, Jan Van Eyck, Mathias Grunnewald, Pieter Droughel.

Dikutip dari: https://desatapanrejo.blogspot.com/2019/01/aliran-karya-seni-rupa.html?m=1

Senin, 04 Februari 2019

Menganalisis Konsep, Fungsi, Tokoh, dan Nilai Estetis Karya Seni Rupa

A.    Konsep dalam pengkajian seni rupa

1.      Aspek Visual

Aspek visual dalam karya seni rupa murni adalah aspek yang berhubungan dengan wujud karya seni rupa. Wujud karya seni rupa dapat direspon oleh indera manusia. Seni rupa adalah wujud hasil karya manusia yang dapat dinikmati melalui indara penglihatan (visual).

2.      Aspek Konseptual

Aspek konseptual dalam penciptaan karya seni rupa murni berhubungan dengan konsep-konsep penciptaan sebuah karya seni rupa itu sendiri. Aspek konseptual ini sangat berpengaruh terhadap hasil karya seni yang akan dibuat atau diciptakan. Aspek konseptual penciptaan karya seni rupa murni terdiri dari penemuan sumber inspirasi, penetapan interes seni, penetapan interes bentuk, dan penerapan prinsip bentuk.

3.      Aspek Kreativitas

Aspek Kreativitas yaitu menetapkan tingkat pencapaian kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni.

4.      Aspek Keterampilan

Aspek keterampilan yaitu tuntutan dasar proses penggarapan ide menjadi karya seni.

Sumber : http://www.mikirbae.com/2016/03/penciptaan-seni-rupa-murni.html?m=1

B.     Fungsi Karya Seni Rupa

Fungsi seni rupa pada hakikatnya adalah manfaat pada konteks tertentu. Suatu karya seni tentu saja tidak terlepas dari fungsi atau manfaat. Fungsi tersebut tentu saja bisa dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.

Sumber : https://moondoggiesmusic.com/seni-rupa/

C.    Tokoh Karya Seni Rupa

Tokoh Seni atau yang biasa disebut dengan Seniman adalah mereka (orang-orang) yang berjasa dan telah mengukir prestasi dibidang ke-Seni-an dan karya-karyanya telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat lokal/dunia. Tokoh-Tokoh seni rupa di Indonesia, antara lain Raden Saleh, Affandi, Basuki Abdullah, Sudjojono, GM Sidharta, Barli, dan Sasmitawinarta. Sedangkan tokoh-tokoh seni rupa mancanegara, antara lain Rembart, Vincent Van Gogh, Andi Warhol, Kandinsky, dan sebagainya.

Sumber : https://pandjipainting.wordpress.com/tokoh-senibudayaa/

D.    Nilai Estetis

Nilai Estetik sendiri mempunyai arti nilai dari suatu keindahan yang kita rasakan setelah kita rasakan maka kita pun akan menilai seberapa indah objek tersebut. Nilai Estetik sangat dibutuhkan agar para seniman dapat menyajikan keindahan ketika mereka menampilkan dan menyajikan kepada para penikmat.dan juga bisa digunakan untuk layak atau tidaknya suatu seni untuk di pertontonkan ke masyarakat.

Sumber : http://www.mikirbae.com/2016/03/simbol-dan-nilai-estetis-karya-seni.html

Kamis, 24 Januari 2019

Jenis, Unsur, Fungsi, dan Tujuan Pameran Seni Rupa

A. Jenis-Jenis Pameran

Berdasarkan waktu penyelenggaraan nya, pameran bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

Pameran periodik, yaitu pameran yang diselenggarakan secara teratur dalam waktu tertentu, misalnya sebulan sekali atau setahun sekali.Pameran insidental, yaitu pameran yang diselenggarakan jika diperlukan, sehingga waktunya tidak bisa ditentukan.Pameran permanen, yaitu pameran yang diadakan dengan tempat yang tetap dan dibuka dengan waktu yang telah ditentukan. Contohnya: pameran di museum.

Sedangkan pameran yang sifatnya untuk meningkatkan prestasi disebut denganpameran studi.


Pameran studi dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

Pameran seniman, yaitu pameran yang diselenggarakan oleh seorang seniman atau beberapa orang seniman (kelompok seniman).Pameran keliling, yaitu pameran yang diselenggarakan jika diperlukan (pameran insidental) yang biasanya bertempat di luar sekolah atau tempat umum.Pameran sekolah, yaitu pameran yang diselenggarakan secara periodik. Biasanya di kelas, aula sekolah, atau ruang kesenian.Pameran kelas, yaitu pameran yang dilaksanakan setelah siswa selesai berkarya dari suatu tugas guru atau pada jam pelajaran apresiasi.


B. Unsur-Unsur Perlengkapan Pameran Seni Rupa

Unsur-unsur perlengkapan dalam pameran seni rupa sebagai berikut.

Karya-karya seni rupa yang akan dipamerkan.Panel atau sketsel,standart display atau box, untuk memajang karya seni yang akan dipamerkan.Dekorasi, yaitu perlengkapan untuk menyajikan karya seni agar lebih indah.Sound system, yaitu sarana audio yang diperlukan untuk menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung pameran.Label karya, digunakan untuk menulis identitas (judul, pencipta, teknik, dan tahun penciptaan) dan ditempel di dekat karya seni yang dipamerkan.Katalog, yaitu lembaran petunjuk yang berisi penyelenggaraan pameran.Buku tamu, yang diisi oleh pengunjung pameranBuku pesan atau kesan, digunakan untuk mengetahui tanggapan pengunjung terhadap karya yang dipamerkan.

C. Fungsi Pameran Seni Rupa

Pameran mempunyai fungsi sosial yang sangat penting dalam upaya meningkatkan dan memenuhi kebutuhan batil dan emosional masyarakat, adapun fungsi pameran seni rupa berikut ini.

1. Sarana Edukasi

Pameran mendidik siswa akan pentingnya pengalaman batin yang berguna untuk menyeimbangkan kegiatan akal dan pikiran manusia.

2. Sarana Apresiasi

Apresiasi dalam menilai karya seni sangat penting bagi pencipta karya tersebut. Proses apresiasi dapat digunakan menjadi 2, yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif.

 

3. Sarana Prestasi

Pameran bisa menjadi ajang kompetisi bagi para pencipta seni, karena melalui karya seni kita akan tahu setinggi apa keaktifan dan kreativitas pencipta seni dalam membuat karya.

4. Sarana Rekreasi

Rutinitas sekolah kita setiap hari tentu menguras energi dan pikiran. Untuk membuat pikiran rileks kita bisa mengunjungi pameran seni.

D. Tujuan Pameran Seni Rupa

Pameran di sekolah mempunyai beberapa tujuan, seperti tujuan sosial, komersial, dan kemanusiaan.

Tujuan sosial, yaitu karya seni yang dipamerkan digunakan untuk kepentingan sosial.Tujuan komersial, yaitu pameran bertujuan untuk menghasilkan keuntungan bagi seniman atau penyelenggara seniman. Diharapkan karya yang dipamerkan terjual.Tujuan kemanusiaan, yaitu demi kepentingan pelestarian, pembinaan nilai-nilai, serta pengembangan hasil karya seni budaya yang masyarakat miliki. Penjualan karya dengan tujuan ini akan disumbangkan ke panti asuhan, korban bencana, maupun masyarakat kurang mampu.

Pameran di sekolah mempunyai tujuan utama yaitu untuk mendapat apresiasi dan tanggapan dalam pengunjung dengan tujuan meningkatkan tujuan berkarya dan peningkatan wawasan seni rupa.

Dikutip dari: http://www.yuksinau.id/jenis-unsur-fungsi-tujuan-pameran-seni-rupa/#!